Selasa, 18 Desember 2012

relevansi faktor terhadap pendidikan agama


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Pendidikan agama merupakan bagian penting dalam pendidikan untuk membentuk insan kamil. Agama islam sebagai bagian dari sejumlah agama didunia, merupakan agama yang mempunyai pandangan hidup bahwa dunia adalah sesuatu yang fana dan permaianan belaka. Manusia beragama akan lebih mementingkan kehidupan akhirat sehingga ia akan menjadikan dunia ini sebagai lapangan kebajikan untuk memperoleh kehidupan yang sempurna di akhirat kelak.
Salah satu jalan untuk mencapai kehidupan kamil ini adalah dengan adanya pendidikan agama, lebih khusus yakni pendidikan agama islam sebagai agama yang dipeluk oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Namun demikian realitanyamenunjukkan adanya kegagalan pendidikan agama islam di lingkungan kita.
Pendidikan agama islam sebagai bagian dari pendidikan agama islam merupakan salah satu bagian dalam mencapai tujuan pendidikan untuk menjadikan manusia yang kamil. Pendidikan sebagai transfer of knowledge merupakan mata tombak utama dalam menyampaikan ajaran-ajaran yang tertuang dalam al-Qur’an dan al-Hadits sebagai sumber utama ajaran agama islam. Dimana dengan adanya pendidikan ini maka ajaran-ajaran agama dapat diwariskan kepada generasi berikutnya dan benar-benar terinternalisasi dalam diri generasi mendatang.
Salah satu alat pendidkan agama islam yakni metode pendidikan agama islam. Yang mana dengan menggunakan metode yang tepat maka ajaran-ajaran agama dapat diserap oleh anak didik dengan sebaik-baiknya. Metode yang tepat akan menentukan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Sebagai seorang calon pendidik agama islam maka kita perlu mengetahui metode-metode dalam pendidikan agama islam. Dengan mengetahui metode-metode tersebut maka kita diharapkan mampu menyampaikan materi-materi ajaran agama islam dengan berbagai variasi sehingga tujuan pendidikan agama islam dapat tercapai dengan lebih mudah.

B.     Rumusan masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan metode pendidikan agama islam?
2.      Apa saja faktor-faktor pendidikan agama islam?
3.      Apa urgensinya sebuah metode itu?
4.      Apa relevansinya antara metode dan faktor terhadap tujuan pembelajaran?

C.     Tujuan
Adapun tujuan dari pembahasan ini adalah :
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan metode pendidikan agama islam
2.      Memahami apa saja faktor-faktor pendidikan agama islam
3.      Mengetahui urgensi dari sebuah metode
4.      Memahami  relevansi antara metode dan faktor terhadap tujuan pembelajaran

D.     
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Metode dan Faktor-Faktor Pendidikan Agama Islam
1.      Metode
Sebelum lebih jauh membicarakan tentang metode pendidikan agama islam, maka pada bagian ini kami akan menjelaskan terlebih dahulu tentang pengertian dari metode pendidikan agama islam itu sendiri. Secara etimologi metode berasal dari bahasa Yunani ”methodos” dan dalam bahasa Inggris ditulis dengan ”method”.
Secara terminologi metode diartikan sebagai tata cara untuk melakukan sesuatu lebih dari itu metode didefinisikan sebagai cara kerja atau cara yang teratur dan sistematis untuk melaksanakan sesuatu. Dan hampir sama dengan arti tersebut metode diartikan sebagai cara utama yang dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan, dengan menggunakan teknik dan alat-alat tertentu. Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia tahun 1988 sebagaimana yang dikutip oleh Erwati Aziz, metode mengandung arti cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu pengetahuan dan sebagainya); cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.
Pengertian seperti diatas dapat digunakan pada berbagai objek termasuk pendidikan. Sehingga metode pendidikan  merupakan cara yang teratur dan terpikir baik-baik yang digunakan untuk memberikan pelajaran kepada anak didik. DR. Nana Sudjana mendefinisikan metode pendidikan sebagai cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pendidikan. Dan ketika dilekatkan dengan agama islam maka definisinya adalah metode tentang pendidikan materi-materi agama islam.
Dari pengertian diatas kami merumuskan pengertian metode pendidikan agama islam sebagai cara kerja yang teratur dan sistematis serta memikirkan semua faktor-faktor yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan agama islam atau untuk menyampaikan materi-materi pendidikan agama islam secara efektif dan efisien.
Pada dasarnya metode yang dipakai dalam pendidikan secara umum tidak beda jauh dengan metode yang dipakai dalam pendidikan agama islam. Metode-meyode yang dipakai dalam pendidikan agama islam banyak macamnya dan tentu saja dapat kita kembanagkan.
Abdur-Rahaman an-Nahlawi sebagaimana yang dikutip olehErnawati aziz mengemukakan beberapa metode pendidikan islam sebagaimana berikut :
a)    Metode hiwar (percakapan) Qur’ani dan Nabawi.
b)   Kisah-kisah Qur’ani dan Nabawi
c)    Amtsal Qur’ani dan Nabawi.
d)   Teladan
e)    Pembiasaan dan pengamalan
f)    Ibroh dan Mau’izoh
g)   Targhib dan tarhib
Sedangkan A. Patoni menyebutkan lima belas metode yang bisa dipakai dalam pendidikan agama islam yakni : metode ceramah, tanya jawab, diskusi/ musyawarah atau sarasehan, tugas, permainan dan simulasi, latihan siap, demonstrasi dan eksperimen, karya wisata atau sinau wisata, kerja kelompok, sosiodrama dan bermain peran, sistem belajar beregu, pemecahan masalah, proyek dan unit, uswatun khasanah, dan metode anugerah.
Secara garis besar beberapa ahli juga menjelaskan hal yang sama tentang metode-metode yang bisa dipakai dalam pendidikan sebagaimana yang kami sebutkan diatas. Dan disini kami akan mencoba menjelaskan beberapa metode sebagaimana yang kami sebut diatas.
2.      Faktor
Dalam melaksanakan pendidikan agama, perlu diperhatikan adanya faktor-faktor pendidikan yang ikut menentukan keberhasilan pendidikan agama tersebut.
Faktor-Faktor Pendidikan itu ada 5 macam, dimana faktor-faktor yang satu dengan yang lainnya mempunya hubungan yang erat. Kelima faktor tersebut adalah :
1.      Anak didik.
2.      Pendidik.
3.      Tujuan Pendidikan.
4.      Alat-alat pendidikan.
5.      Millieu/lingkungan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor Pendidikan Agama adalah sesuatu yang ikut menentuksn keberhasilan Pendidikan Agama yang memiliki beberapa bagian yang saling mendukung satu sama lainnya. Faktor-faktor Pendidikan Agama selanjutnya juga disebut dengan komponen-komponen pendidikan.
Menurut Toto Suharto dalam bukunya filsafat pendidikan Islam dengan memodifikasi konsepsi Noeng Muhadjir, mengungkapkan secara filosofis komponen-komponen pokok pendidikan islam kedalam lima komponen, yaitu tujuan pendidikan, pendidik dan peserta didik, kurikulum pendidikan, metode pendidikan, dan konteks pendidikan. Kelima komponen ini adalah merupakan sebuah system, artinya kelima komponen itu merupakan satu kesatuan pendidikan yang masing-masing berdiri sendiri, tetapi berkaitan satu sama lainnya, sehingga terbentuk satu kebulatan yang utuh dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Macam-macam Faktor-Faktor Pendidikan Agama
Adapun pembahasan masing-masing factor atau komponen pendidikan agama tersebut sebagai berikut.
1. Faktor Anak Didik / Peserta Didik / Siswa / Murid
Faktor anak didik adalah merupakan salah satu factor pendidikan yang paling penting  karena tanpa adanya faktor tersebut, maka pendidikan tidak akan berlangsung. Oleh karena itu faktor anak didik tidak dapat digantikan oleh faktor yang lain.
Dalam paradigma pendidikan islam, peserta didik merupakan sesuatu yang belum dewasa dan memiliki sejumlah potensi dasar (fitrah) yang perlu dikembangkan. Di sini peserta didik adalah makhluk Allah yang terdiri dari aspek jasmani dan rohani yang belum mencapai kematangan, baik fisik, mental, intelektual, maupun psikologisnya. Oleh karena itu, ia senantiasa memerlukan bimbingan arahan pendidik agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal dan membimbingnya menuju kedewasaan.
Peserta didik sebagai subjek pendidikan, menurut Sayyidina Ali Bin Abi Thalib Jika menginginkan keberhasilan meraih ilmu harus memenuhi enam syarat sebagaimana dalam syair ;
الالاتنال العلم إلا بستة * سأنبيك عن مجموعها ببيان
دكاء وحرص واصطبار وبلغة * وإرشاد أستاذ وطول زمان
Yaitu :

1) Cerdas 
2) Bersungguh-sungguh                     
3) Sabar                                              
4) mempunyai Bekal
5) Mengikuti Petunjuk Guru (Ustadz)
6) Lama Waktunya


2. Pendidik / Guru / Ustadz
Pendidik merupakan salah satu komponen penting dalam proses pendidikan, dipundaknya terletak tanggung jawab yang besar dalam upaya mengantarkan peserta didik kearah tujuan pendidikan yang dicitakan. Secara umum, pendidik adalah mereka yang memiliki tanggung jawab mendidik. Mereka adalah manusia dewasa yang karena hak dan kewajibannya melaksanakan proses pendidikan.
Selain mendidik pendidik/guru mempunyai 4 empat tugas, yaitu ;
1.      Mengajarkan ilmu pengetahuan agama isalm
2.      Menanamkan Keilmuan dalam jiwa anak.
3.      Mendidik anak agar taat menjalankan agama.
4.      mendidik anak agar berbudi pekerti baik
Toto Suharto Mengutip dari pendapat Muraini dan Abdul Majid dalam bukunya mengemukakan tiga fungsi pendidik. Yaitu ;
1.      Fungsi Instruksional yang bertugas melaksanakan pengajaran .
2.      Fungsi Edukasional yang bertugas mendidik peserta didik agar mencapai tujuan pendidikan.
3.      Fungsi Managerial yang bertugas memimpin dan mengelola pendidikan.
Untuk Menjalankan Itu semua seorang guru atau pendidik harus memenuhi syarat-syarat. Dalam hal ini kami contohkan dalam peraturan persyaratan yang tertuang dalam UU pendidikan dan pengajaran no.04 tahun 1950 bab X pasal 5 yang berbunyi :
“ Syarat utama menjadi seorang guru, selain ijazah dan syarat-syarat lain yang mengenai kesehatan jasmani dan rohani, ialah sifat-sifat yang perlu untuk dapat memberikan pendidikan dan pengajaran (seperti yang dimaksud dalam pasal 3,4 dan 5 UU ini). Selain itu, Indonesia pada tahun 2005 telah memiliki Undang-Undang Guru dan Dosen, yang merupakan kebijakan untuk intervensi langsung meningkatkan kualitas kompetensi guru lewat kebijakan keharusan guru memiliki kualifikasi Strata 1 atau D4, dan memiliki sertifikat profesi.
3. Tujuan Pendidikan
Menurut Dr.Zakiah Daradjat,dkk. Tujuan pendidikan ialah sesuatu yang hendak dicapai dengan kegiatan atau usaha pendidikan. Bila Pendidikan itu berbentuk pendidikan formal, tujuan pendidikan itu harus tergambar dalam suatu kurikulum.
Adapun rumusan Formal dari tujuan pendidikan secara Hierarchies adalah ;
·         Tujuan Pendidikan Nasional. Adalah merupakan tujuan umum yang hendak dicapai oleh seluruh bangsa indonesia, dan merupakan rumusan daripada kwalifikasi terbentuknya suatu warga negara yang dicita-citakan bersama.
·         Tujuan Institusional. Ialah tujuan pendidikan secara formal dirumuskan oleh lembaga-lembaga pendidikan.
·         Tujuan Kurikuler. Ialah tujuanyang dirumuskan secara formal pada kegiatan kurikuler yang ada pada lembaga-lembag pendidikan.
·         Tujuan Instruksional. Adalah merupakan tujun yang hendak dicapai setelah selesai program pengajaran.
Lebih spesifik tentang tujuan pendidikan. Adalah tujuan pendidikan agama islam yang terbagi dalam Tujuan Akhir dan Tujuan Antara (umum dan Khusus). Tujuan akhir pendidikan agama islam adalah penyerahan dan penghambaan diri secara total kepada Allah. Tujuanini bersifat tetap dan berlaku umum tanpa memperhatikan tempat, waktu dan keadaan. Tujuan Antara pendidikan islam merupakan penjabaran tujuan akhir, yang diperoleh melalui usah ijtihad para pemikir pendidikan islam, yang karenanya terikat oleh kondisi locus dan Tempus. Tujian Antara harus mengandung perubahan-perubahan yang diharapkan subjek pendidik, setelah melakukan proses pendidikan baik yang bersifat individual, sosial, maupun profesional.
4. Faktor Alat / Media Pendidikan
Adapun yang dimaksud dengan alat pendidikan ialah segala sesuatu yang dipergunaan dalam usah untuk mencapai tujuan dari pendidikan.
Dengan demikian yang dimaksud dengan alat pendidikan agama ialah; Segala sesuatu yang dipakai dalam mencapai tujuan pendidikan agama.
Dalam memilih alat / media pendidikan ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Seperti yang diajukan oleh Heinick,dkk (1982) yang berupa model perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah (ASSURE) adalah singkatan dari : Analyze Learner Characteristik, State Objektive, Select, or Modify Media, Utilize, Require Learner Response and Evaluate. Model ini menyarankan ada 6 kegiatan utama dalam perencanaan pengajaran sebagai berikut :
A. Menganalisis Karakteristik umum kelompok sasaran, apakah mereka siswa SD/SMP/SLTA/PT/ organisasi pemuda, perusahaan, usia, Jenis kelamin, latar belakang sosial budaya, sosial, Ekonomi.
1.      Merumuskan tujuan pengajaran.
2.      Memilih, memodifikasi / merancang dan mengembangkan materi dan media yang tepat.
B. Menggunakan materi dan media (Bagaimana dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk menggunakannya) ruang dan fasilitas lain.
1.      Meminta tanggapan dari siswa.
2.      Mengevaluasi proses belajar mengajar.
4.1. Macam –Macam Alat Pendidikan Agama
Alat-alat pendidikan agama dapat dikelompokkan menjadi 3 dengan uraian atau klasifikasi sebagai berikut :
1. Alat Pengajaran Agama: Yang dibedakan menjadi tiga ;
·         Alat pengajaran Klasikal, Seperti Papan Tulis, kapur dan lain-lain.
·         Alat Pengajaran Individual. Seperti alat tulis, buku pelajaran dan lain-lain.
·         Alat Peraga.
2. Alat-alat Pendidikan Langsung : termasuk alat pendidikan yang langsung juga ialah dengan menggunakan emosi dan dramatisasi dalam menerangkan masalah agama. Karena agama lebih menyangkut perasaan.
3. Alat-alat Pendidikan tidak Langsung : Alat yang bersifat kuratif. Agar dengan demikian anak-anak menyadari perbuatannya yang salah dan berusaha untuk memperbaikinya.
5. Faktor Lingkungan
Lingkungan merupakan sesuatu yang mempenmgaruhi pada pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak. Adapun pengaruh lingkungan dapat dibagi menjadi dua, yaitu positif dan negative, adapun uraiannya sebagai berikut;
1.      Pengaruh lingkungan dapat dikatakan positif, bila mana lingkungan itu dapat memberikan dorongan atau motivasi dan rangsangan kepada anak untuk berbuat hal-hal yang baik.
2.      Sebaliknya pengaruh lingkungan dapat dikatakan Negatif bila mana keadaan sekitarnya anak itu tidak memberikan pengaruh baik.
Karena itu berhasil atau tidaknya pendidikan agama di sekolah juga banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan daripada anak didik.
B.     Urgensi metode dalam pembelajaran agama islam
Metodologi pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah segala segi kegiatan terarah yang dikerjakan oleh guru dalam rangka kemestian-kemestian mata pelajaran agama seperti akidah, akhlak, tauhid, fiqh dan sebagainya.
Metodologi pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah jalan atau cara yang diterapkan dalam proses belajar mengajar agama Islam, guna tercapainya tujuan dan cita-cita pendidikan Islam.
Konsep metode, fungsi dan peranannya dalam proses pendidikan amatlah penting untuk menentukan dan menyampaikan cara atau jalan dalam mengajar, pikiran, pengetahuan, maklumat, keterampilan, pengalaman dan sikap untuk ditransferkan dari pengajar (guru) kepada pelajar (siswa).
Adapun urgensi dari penerapan metodologi pembelajaran Pendidikan Agama Islam, yaitu:
1.      Agar seorang guru dapat menyampaikan materi dengan baik, mudah dipahami oleh siswa dan siswa tidak jenuh dalam kegiatan proses belajar mengajar
2.      Dengan adanya berbagai macam metodologi pembelajaran Pendidikan Agama Islam, maka guru dapat menggunakan metode tertentu yang lebih tepat sesuai dengan kondisi kelas, sehingga proses pembelajaran lebih mudah dilakukan
3.      Pendidik dapat lebih menekankan pada segi tujuan afektif dibanding tujuan kognitif dan menjadikan peranan guru agama lebih bersifat mendidik daripada mengajar
4.      Mempermudah pendidik dalam mentransfer pengetahuan agama sekaligus menumbuhkan komitmen pada siswa untuk mengamalkannya serta menghindari kesalah pahaman dalam memahami Islam
5.      Agar guru dapat mencapai tujuan dengan cepat dan tepat
6.      Guru dapat mengevaluasi kembali proses pengajaran untuk menemukan kelemahan-kelemahan  yang telah dilakukan untuk segera melakukan perbaikan terhadap proses berdasarkan metode yang digunakan.
C.     Relevansi Metode Dengan Pendidikan Agama Islam
Salah satu alat PAI yaitu metode PAI, yang mana dengan menggunakan metode yang tepat maka ajaran-ajaran agama akan diserap oleh anak-anak didik dengan sebaik-baiknya. Metode yang tepat akan menentukan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Metode adalah perantara atau alat yang digunakan pendidik dalam menyampaikan PAI kepada peserta didik.
PAI pada kenyataannya lebih sulit dibandingkan dengan pendidikan lainnya karena PAI menyangkut masalah perasaan dan lebih menitikberatkan pada pembentukan kepribadian murid kepada akhlaqul karimah. Oleh karena itu para guru dibidang agama dituntut untuk usaha sedemikian rupa sehingga dapat membawa murid-murid ke arah tujuan pendidikan. Prof.H.M. Arifin, M.Ed menyatakan bahwa para guru adalah pemegang posisi kunci yang menentukan keberhasilan proses pendidikan. Semakin baik metode yang digunakan guru dalam penyampaian materi PAI kepada peserta didik , maka akan semakin baik pula hasil belajar dari peserta didik tersebut.
Adapun keberhasilan suatu proses pengajaran PAI tidak terlepas kepada faktor-faktor PAI yang sangat menentukan berjalan atau tidaknya sebuah pengajaran dengan suatu metode,, sehingga faktor menjadi salah satu titik acuan bagi guru untuk menentukan metode apa yang cocok digunakan hingga pengajaran PAI yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan pembelajaran.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari pembahasan ini adalah sebagai berikut :
1.      Metode pendidikan agama merupakan cara kerja yang teratur dan sistematis serta memikirkan semua faktor-faktor yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan agama islam atau untuk menyampaikan materi-materi pendidikan agama islam secara efektif dan efisien.
2.      factor-faktor Pendidikan Agama adalah sesuatu yang ikut menentuksn keberhasilan Pendidikan Agama yang memiliki beberapa bagian yang saling mendukung satu sama lainnya.
3.      Dari pentingnya metode terkait dengan faktor yang mendukung maka akan terciptalah sebuah relevansi yang unik dalam keberhasilan pendidikan agama islam.

B.     Saran
1.      Hendaknya kepada setiap kita khususnya guru agama agar memperhatikan metode yang digunakan agar penyampaian materi mampu diserap secara optimal oleh peserta didik
2.      Sebagai guru agama kita juga wajib memperhatikan faktor-faktor pendidikan agama yang menjadi latar belakang kita menggunakan metode tertentu agar tidak salah metode sehingga proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien.
3.      Hendaknya kita mampu menciptakan hubungan yang serasi dan seimbang antara metode dengan faktor demi tercapainya cita-cita pendidikan agama islam.

Poskan Komentar